Baiklah, ini dia kisah dracin fantasi yang kamu minta: **Aku Mencintaimu di Setiap Kehidupan, Tapi Selalu Harus Kehilanganmu** Babak 1: Lentera di Air Mata Di dunia manusia, Lin Yue, seorang gadis dengan mata **sekelam** obsidian, berdiri di tepi Sungai Lingshui. Lentera-lentera kertas beraneka warna melayang di atas air, setiap cahayanya berkedip seperti bintang yang jatuh. Malam itu adalah Festival Hantu Lapar, di mana roh-roh leluhur bergentayangan mencari jalan pulang. Lin Yue, bagaimanapun, merasa lebih *hilang* daripada roh-roh itu. "Mengapa...mengapa aku selalu sendiri?" bisiknya pada bayangannya sendiri yang memantul di air. Bayangan itu bergetar, lalu berbicara, "Karena takdirmu...tertulis di *sana*." Bayangan itu menunjuk ke langit, di mana Bulan Purnama bersinar **TERLALU** terang. Lin Yue terhuyung. Dia selalu mendengar bisikan-bisikan aneh, melihat sekilas hal-hal yang tak bisa dijelaskan, tapi *bayangan* yang berbicara? Dia merasa gila. Namun, sebelum dia bisa memproses lebih lanjut, sebuah kereta kuda hitam tiba-tiba melaju ke arahnya. Kuda-kuda itu meringkik, penunggangnya berpakaian serba hitam, dan semuanya terasa...dingin. "Lin Yue, waktumu telah tiba," kata salah seorang penunggang itu, suaranya **menggema** meski dia berbicara dengan tenang. Sebelum Lin Yue bisa bereaksi, dunia di sekelilingnya menjadi gelap. Babak 2: Dunia Roh dan Ingatan Bulan Dia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda. Di sini, langit berkilauan dengan warna ungu dan hijau, pepohonan bersinar dengan cahaya keemasan, dan sungai-sungai mengalir dengan madu. Ini adalah Alam Roh, dunia di mana roh-roh hidup setelah kematian. Seorang pria tampan dengan rambut seputih salju dan mata sebiru langit menyambutnya. Namanya adalah Xian Jun, Penguasa Alam Roh. "Selamat datang, Lin Yue. Kamu akhirnya kembali." Lin Yue bingung. "Kembali? Siapa aku?" Xian Jun tersenyum sedih. "Kamu adalah reinkarnasi dari Dewi Yue, pelindung kami. Dulu, kamu dan aku..." Dia berhenti, matanya berkabut oleh kenangan. "Dulu, kita saling mencintai." Di Alam Roh, Lin Yue mulai mengingat. Potongan-potongan masa lalu, kehidupan demi kehidupan, melintas di benaknya. Dia melihat dirinya dan Xian Jun, saling mencintai di setiap inkarnasi, namun selalu dipisahkan oleh takdir yang kejam. Perang, pengkhianatan, penyakit, kematian...segalanya selalu merenggut Xian Jun darinya. "Mengapa?" tanyanya, air mata mengalir di pipinya. "Mengapa kita selalu harus berpisah?" Xian Jun memeluknya erat. "Takdir...ditulis oleh kekuatan yang lebih tinggi." Dia kemudian menunjuk ke Bulan. "Bulan itu mengingat semuanya. Bulan itu tahu jawabanmu." Babak 3: Rahasia Terungkap Lin Yue menghabiskan hari-harinya di Alam Roh, mempelajari kekuatan Dewi Yue, berlatih sihir, dan mencoba memahami takdirnya. Dia belajar tentang perjanjian kunoara antara dunia manusia dan dunia roh, tentang keseimbangan yang harus dijaga, dan tentang kekuatan *gelap* yang mengancam untuk menghancurkannya. Suatu malam, dia pergi ke tepi Danau Bulan, sebuah danau berkilauan yang memantulkan cahaya Bulan Purnama. Di sana, dia melihat bayangannya sendiri, namun bayangan itu berbeda. Bayangan itu tersenyum sinis. "Akhirnya, kau datang," kata bayangan itu. "Aku adalah dirimu yang sebenarnya, Dewi Bulan yang sebenarnya. Aku bosan menjadi Dewi yang lemah dan penuh kasih. Aku ingin *kekuatan*! Aku ingin *kekuasaan*!" Ternyata, bukan Xian Jun yang mencintai Lin Yue di setiap kehidupan. Dewi Bulan, haus akan kekuatan, telah memanipulasi takdir mereka, menciptakan siklus cinta dan kehilangan abadi untuk memanen energi dari kesedihan mereka. Kematian Lin Yue di dunia manusia bukan akhir, melainkan awal dari rencananya untuk mendapatkan kekuasaan penuh. "Kau...kau yang melakukan ini?" Lin Yue terkejut. Dewi Bulan tertawa. "Ya! Aku yang menarikmu kembali ke Alam Roh, memberimu ingatan palsu tentang cinta sejati dengan Xian Jun. Semua itu...hanya alat." Xian Jun muncul di belakang Lin Yue, pedangnya terhunus. "Aku tahu ada yang salah. Aku merasakannya." Pertarungan pun dimulai. Lin Yue, menggunakan kekuatan Dewi Yue yang baru ditemukannya, melawan Dewi Bulan. Xian Jun melindunginya, mengorbankan dirinya untuknya. Pada akhirnya, dengan keberanian dan tekad yang luar biasa, Lin Yue berhasil mengalahkan Dewi Bulan, membebaskan dirinya dan Xian Jun dari siklus abadi. Namun, kemenangan itu pahit. Xian Jun terluka parah, energinya terkuras habis. "Lin Yue," bisiknya, suaranya melemah. "Mungkin...di kehidupan selanjutnya..." Lin Yue memeluknya, air matanya membasahi wajahnya. "Tidak! Tidak ada lagi kehidupan selanjutnya! Aku akan memecahkan takdir kita. Aku akan menemukan cara agar kita bisa bersama, *di sini*, *sekarang*." Babak 4: Sebuah Mantra Saat Xian Jun menghembuskan nafas terakhirnya, Lin Yue membisikkan sebuah mantra kuno, sebuah janji, sebuah sumpah yang akan mengubah segalanya: ***"Dengan darah dan jiwaku, aku bersumpah, kita akan bertemu lagi, bukan sebagai Dewi dan Penguasa, tapi sebagai kita sendiri, bebas dari takdir dan kutukan."***
You Might Also Like: Rahasia Dibalik Interpretasi Mimpi_28