Ini Baru Cerita! Aku Terbiasa Dihormati, Tapi Kau Membuatku Belajar Rendah Hati



Judul: Aku Terbiasa Dihormati, Tapi Kau Membuatku Belajar Rendah Hati

Episode 1: Bunga Meihua di Kedai Kopi

(Adegan dibuka dengan kedai kopi modern yang ramai di Shanghai. Musik jazz lembut mengalun. Seorang pria bernama Zhao Ming, CEO muda yang KARISMATIK dan dingin, duduk di sudut, membaca laporan. Di dekat jendela, seorang wanita bernama Lin Yue, seorang barista yang sederhana dan ceria, sedang meracik kopi.)

Zhao Ming terbiasa dengan tatapan kagum dan hormat. Sejak lahir, ia adalah pewaris kekayaan dan kekuasaan. Tapi hari ini, ada yang berbeda. Aroma kopi yang Lin Yue buat seperti membangkitkan kenangan asing.

Ketika Lin Yue mengantarkan kopi ke mejanya, mata mereka bertemu.

"Maaf, Tuan Zhao. Kopi Anda," ucap Lin Yue, tersenyum tulus.

Zhao Ming terpaku. Suara itu... seperti gema dari seratus tahun lalu. Ia terbiasa dengan sapaan hormat, tapi senyum tulus Lin Yue membuatnya merasa aneh, terganggu.

"Terima kasih," jawab Zhao Ming, berusaha menyembunyikan kebingungannya. Ia merasakan dorongan yang kuat untuk mengenal wanita ini, dorongan yang tak bisa dijelaskan secara rasional.

Episode 2: Mimpi di Bawah Pohon Sakura

(Lin Yue seringkali bermimpi tentang taman bunga sakura yang indah, seorang pria berpakaian jubah sutra putih, dan janji yang dilanggar. Ia tidak tahu apa arti mimpi itu, tapi mimpi itu terasa sangat nyata.)

Sementara itu, Zhao Ming mulai mencari tahu tentang Lin Yue. Ia menemukan bahwa Lin Yue berasal dari keluarga sederhana, tidak memiliki koneksi atau kekayaan. Namun, ada sesuatu dalam dirinya yang memancarkan keanggunan abadi.

Suatu malam, Zhao Ming bermimpi. Ia melihat dirinya sebagai seorang jenderal perang bernama Li Wei, berdiri di bawah pohon sakura yang sama seperti dalam mimpi Lin Yue. Ia melihat seorang wanita cantik bernama Mei Lan, terbaring sekarat di pelukannya. Mei Lan mengutuk Li Wei karena pengkhianatannya.

Episode 3: Lukisan yang Terlupakan

(Zhao Ming menemukan sebuah lukisan tua di gudang keluarganya. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita yang sangat mirip dengan Lin Yue, mengenakan pakaian tradisional. Di bagian belakang lukisan, tertulis nama 'Mei Lan'.)

Zhao Ming mulai menyadari, mimpinya dan lukisan itu terhubung. Ia dan Lin Yue, atau lebih tepatnya Li Wei dan Mei Lan, terikat oleh takdir yang tragis. Seratus tahun lalu, Li Wei mengkhianati Mei Lan demi kekuasaan. Sebelum meninggal, Mei Lan bersumpah untuk membalas dendam.

Namun, Zhao Ming tidak merasakan kebencian dalam diri Lin Yue. Ia merasakan kesedihan yang mendalam, seperti beban yang telah lama dipikulnya.

Episode 4: Pengakuan di Bawah Hujan

(Zhao Ming dan Lin Yue bertemu di taman bunga sakura. Hujan mulai turun. Zhao Ming menceritakan mimpinya dan lukisan itu kepada Lin Yue. Lin Yue terkejut, tapi ia tidak menyangkalnya.)

"Aku tahu... aku selalu tahu ada sesuatu yang hilang," kata Lin Yue, dengan air mata yang mengalir di pipinya. "Aku tidak tahu bagaimana, tapi aku merasakannya. Pengkhianatan... rasa sakit..."

Zhao Ming berlutut di hadapan Lin Yue. "Aku tahu aku tidak bisa menebus dosa-dosaku di masa lalu. Tapi aku bersumpah, aku akan melakukan segalanya untuk membuatmu bahagia di kehidupan ini."

Lin Yue menggelengkan kepalanya. "Bukan itu yang aku inginkan. Aku tidak ingin membalas dendam. Aku hanya ingin... damai."

Episode 5: Keheningan yang Menusuk

(Zhao Ming menggunakan kekuasaannya untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Mei Lan. Ia menemukan bahwa Li Wei tidak hanya mengkhianati Mei Lan, tapi juga membunuh keluarganya. Ia menemukan dokumen yang membuktikan bahwa Li Wei telah memfitnah keluarga Mei Lan demi merebut kekayaan mereka.)

Zhao Ming menyerahkan semua bukti itu kepada Lin Yue. Ia tidak meminta maaf, ia tidak membela diri. Ia hanya berdiri di sana, diam, menunggu hukuman dari Lin Yue.

Lin Yue membaca dokumen-dokumen itu dengan tenang. Ia tidak marah, ia tidak menangis. Ia hanya menatap Zhao Ming dengan tatapan dingin yang belum pernah dilihatnya sebelumnya.

"Aku tidak akan membalas dendam," kata Lin Yue, dengan suara yang tenang namun menusuk. "Aku hanya akan melupakanmu. Aku akan melupakan bahwa kau pernah ada."

Lin Yue berbalik dan pergi, meninggalkan Zhao Ming sendirian di taman bunga sakura. Hujan semakin deras, seolah alam semesta ikut menangisi kehancuran sebuah cinta.

Episode Terakhir: Bisikan dari Kehidupan Lalu

(Zhao Ming melihat Lin Yue dari kejauhan, berjalan menjauh darinya. Ia tahu ia telah kehilangan segalanya. Ia kehilangan wanita yang dicintainya, ia kehilangan rasa hormat, ia kehilangan segalanya karena dosa-dosanya di masa lalu.)

Zhao Ming berbisik, "Mei Lan... maafkan aku."

Ia mendengar bisikan angin, seolah-olah jawaban dari Mei Lan dari kehidupan sebelumnya: "... Jangan pernah lupakan..."

You Might Also Like: Supplier Kosmetik Tangan Pertama Bisnis

Post a Comment

Previous Post Next Post